Kita bukan mencari lokasi waktu itu. Plotting lokasi sudah dilakukan oleh Pemkot Samarinda. Kita mendapat peta, cari foto satelit, bawa penunjuk jalan lalu lihat lokasi. Perlu ke lokasi karena tim perancang perlu bayangan kondisi lapangan seperti apa selain melihat foto satelit.
Boleh dibilang Tim ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya) waktu itu adalah perancang pertama yang melakukan perencanaan dan perancangan setelah melihat lapangan. Sebelumnya sudah ada beberapa rancangan "ngawur" tanpa arsiteknya terjun ke lapangan. Lokasinya dianggap tanah datar gitu saja.
Rancangan akhir yang dibangun kini memang tidak sesempurna waktu dibuat karena ada banyak reduksi biaya dan pentahapan pembangunan kawasan. Dulu benar-benar dirancang kawasan, sampai rencana kanal penghindar banjir segala ke sungai Palaran, dan banyak aspek lainnya.
Jumlah anggota tim saya sudah lupa, cukup banyak. Melibatkan ahli-ahli senior (S2 - S3) baik arsitek, t.sipil, t.mesin, t.lingkungan, dll.