
Dua malam lalu ponsel saya menerima SMS isinya permintaan bantuan mencari pendonor darah golongan A. Karena keluarga pengirim SMS perlu mendesak darah tambahan karena terkena demam berdarah dan ada komplikasi lain. Di PMI Samarinda stok darah A sudah habis.
Malam itu saya coba sebarkan SMS tapi tidak ada hasil.
Paginya ketika berkumpul dengan teman-teman di kantor PB PON ternyata berita mengenai keperluan darah A itu juga menyebar. Disitu aku baru tahu ternyata di bulan puasa ini kegiatan donor darah nyaris berhenti karena ketika selesai mendonor darah biasanya pendonor diberi asupan gizi lagi dengan dimakan, alias bakal berbuka puasa. Jadi kalaupun umat muslim berpuasa dan mendonor darahnya biasanya dilakukan malam hari, padahal kegiatan donor darah malam hari juga jarang karena tiadanya petugas. Dengan kondisi ini maka stok darah di PMI pun habis.
Entah bagaimana nasib pasien yang memerlukan darah itu apakah akhirnya mendapatkan darah yang diperlukan? Belum ada khabar lanjutannya.