 Hari ini, Senin 26 Mei 2008 Kalimantan Timur mengadakan PilGub. Sistem SMS di kantor saya dipercayai oleh Polres Kutai Timur untuk melakukan proses hitung cepat. Tercatat ada hampir 500 nomor ponsel terdata untuk pelaporan dari sekitar 500 TPS. Sampai sore ini data sudah nyaris selesai untuk Kutai Timur. Tinggal data pedalaman yang mungkin petugasnya belum mendapat sinyal GSM sehingga belum bisa kirim data. Data tersebut tidak bisa saya rilis. Dari siang tadi saya bersama teman menjenguk teman yang politisi yang habis operasi dua hari lalu. Sampai sore kami menemaninya di rumah sakit sambil mengganti-ganti channel televisi dari MetroTV ke TvONE. MetroTV menyiarkan Quick Count versi mereka, sedangkan TvOne menyiarkan data Quick Count dari LSI. Data LSI lebih cepat dengan keunggulan pasangan no.1 sedangkan MetroTV sampai saat terakhir sebelum data tidak mereka tayangkan masih mengunggulkan pasangan no.3 Teman yang dirawat itu mencoblos di ranjangnya dengan TPS bergerak. Jaringan telepon tampaknya banyak yang bermasalah. Esia drop, Telkomsel padat dan sering drop call. Telpon antar operator kadang suara tidak bisa didengar. SMS masih lancar, akses internet via Telkomsel juga masih lancar. Teman saya cukup tegang mengamati pergerakan suara Quick Count di dua televisi yang kami pantau. Dia sering SMS dan telepon ke suaminya yang sedang berada di Jakarta, dia juga sering kontak dengan koleganya yang berada di berbagai partai lain saling melempar info perkembangan Quick Count. Sampai suatu saat saya mengamati bahwa data yang ditayangkan oleh MetroTV sangat berbeda jauh dengan data yang saya kelola. Saat itu juga saya menyadari bahwa penghitungan cepat oleh MetroTV kacau sehingga tidak dapat dipercaya. Setelah pernyataan ada kesalahan hitung dari penanggungjawab di MetroTV. Informasi Quick Count MetroTV dihentikan dan tidak muncul lagi di running text mereka. Sehingga data Quick Count yang bisa dilihat tinggal yang ditayangkan TvONE dari LSI. Sampai sore saya meninggalkan rumah sakit. Teman saya sudah tenang dengan data Quick Count terakhir yang ditayangkan TvONE dari LSI. Apakah data tersebut sama dengan data yang akan direvisi MetroTV dan data dari Desk Pilkada Kaltim atau KPUD Kaltim. Waktu yang akan menjawabnya. Setidaknya hari ini saya mempunyai pengalaman baru untuk Quick Count dan apakah sistem saya akan dipakai pada Pilkada atau Pemilu nasional nanti, waktu juga yang akan menjawabnya.
  Sebuah game yang mempresentasikan dunia nyata di dunia maya. Hari ini game di dunia maya ini menempatkan eIndonesia menguasai 3 wilayah eAustralia setelah memenangkan perang perebutan wilayah. Memang hanya sebuah game, tapi menarik membaca segala komentar dari raykat eAustralia yang merasa "terjajah" dengan kedatangan tentara eIndonesia di 3 wilayah tersebut. Perang masih berlanjut, eIndonesia kini menyerang South of Australia di hari kedua perang. Koran dan perusahaan2 di wilayah yang "terjajah" mulai berkonsolidasi. Tapi penduduk eIndonesia dan presiden eIndonesia yang di dunia nyata sedang berkuliah di Australia memberikan salam hangat kepada rakyat eAustralia yang "terjajah". Baca berita di koran Australia di daerah yang "terjajah" http://www.erepublik.com/article-198512.htmlScreenshoot di atas adalah kondisi wilayah eIndonesia setelah merebut 3 wilayah eAustralia, ada tambahan Queensland dengan ibukota Brisbane, ada Northern Territory dengan ibukota Darwin, ada Western Australia dengan ibukota Perth. Dalam peperangan ini eAustralia dibantu eBulgaria dan eSouth Africa. Game yang menarik. www.erepublik.com
Nyantai dulu setelah posting yang berat-berat akibat kecewa pemblokiran beberapa situs internet. Termasuk blog ini ada ISP yang memblokirnya juga. Tapi banyak jalan keluar kok. Sejak beberapa bulan terakhir ini di link-link ku baik di friendster.com, facebook.com, dan juga yang ini ada kontak link ke selebritis. Semalam rapat di BPID Kaltim untuk persiapan Diskusi UU ITE minggu depan, saya diberitahu oleh timpakul blognya Maia Estianti yang katanya adalah blog artis paling ramai dikomentari. Disitu akhirnya dapat link ke blognya Maia di Multiply.com dan contact terhubung pagi ini. Semalam saya juga cerita mengenai blog-nya Dian Sastrowardoyo yang kebetulan saya kenal om-nya ketika di Samarinda dr. Aswin Sastrowardoyo SpOG yang pernah menangani anak saya yang pertama. Dian Sastro sekeluarga adalah keluarga yang tiga generasi mengakses internet, generasinya sampai generasi kakeknya semua kumpul ada di facebook.com kata timpakul pula Dian Sastro adalah selebritis yang cukup awal memiliki blog, dan memang kalau kita baca si Dian ini tukang kompor untuk menyuruh teman-teman artisnya punya blog, misalnya Wulan Guritno. Saya sendiri terhubung di beberapa situs pertemanan dengan banyak fotografer, orang televisi, record label, dll di Jakarta yang kelanjutannya juga terhubung ke para foto model yang sebelumnya cuma saya bisa nikmati di ayofoto.com, fotografer.net atau majalah FHM, Maxim, ME, Playboy, dll. Ternyata banyak juga selebritis yang memiliki blog, dikelola sendiri, dikelola bersama manajemen atau dikelola manajemennya saja. Kita jadi tahu kualitas ke-internet-an mereka di dunia maya (he..he.. istilah apa tuh ke-internet-an) OK nyantai dulu masuk ke link mereka.
Saya menyadari bahwa tindakan pemerintah untuk perintah blokir internet yang memuat Video Fitna tersebut membuat tindakan blokir situs tidak berguna atau berbahaya lainnya menjadi makin sulit. Termasuk blokir Video Fitna juga makin sulit dan kontra produktif. Maunya membatasi tapi dampaknya justru sebaliknya. Kenapa demikian? Video itu akhirnya menjadi demikian populernya, makin menyebar luas, makin banyak di download, makin banyak di upload di situs-situs lain seperti Google Video, Yahoo Video, Friendster Video, MySpace Video, dll, makin banyak diberitakan di koran-koran, di televisi, dijual dalam format VCD, berpindah dari satu ponsel ke ponsel lainnya. Hal-hal terakhir ini memang belum saya lihat sendiri, tapi dari pengalaman penyebaran film porno sebelumnya yang makin meluas dan menyebar sampai ke VCD dan ponsel memang dipicu dari pemberitaan di dunia nyata (terutama televisi). Kini di forum-forum, di milis-milis, di blog-blog mulai bertebaran cara-cara mengakali akses situs-situs yang diblok itu. Yang tadinya tidak tahu jadi tahu bagaimana mengatasi bloking situs ini.
Dengan pengetahuan mengatasi bloking yang menyebar cepat ini maka upaya pemerintah yang akan memblokir situs porno jadi makin sulit. Belum diblokir, kuncinya sudah menyebar duluan terpicu oleh blokir video Fitna. Tampaknya pemerintah memang tidak boleh terburu-buru melakukan tindakan-tindakan pelarangan terhadap teknologi informasi terutama internet saat ini. Pemerintah termasuk saya adalah di kelompok usia dewasa sampai tua yang kadang tertatih-tatih mengikuti perkembangan teknologi yang demikian cepat. Anak-anak dan cucu kita lebih fasih menguasai teknologi informasi terkini. Tugas kita bukan melarang mereka memakai atau menjelajahi teknologi itu tapi memberi masukan pada mereka mana yang baik dan mana yang buruk sehingga mereka bisa memilihnya sendiri.
Janji dari para ISP dan NAP adalah pemblokiran selama 10 hari situs-situs yang diasumsikan memuat video Fitna karya politikus Belanda Geert Wilders. Setelah itu blokir dibuka dan hanya 10 URL terpopuler saja yang diblok. -> Link Jika membaca komentar2 yang ada di luar negeri, hal-hal terkait agama ini memang sangat jahat, teramat sangat jahat karena bisa memecah belah umat manusia, menimbulkan pertikaian bahkan peperangan yang memakan korban nyawa. Jauh lebih berbahaya dibanding masalah2 pornografi yang menurut komentar2 tersebut tidak menimbulkan korban nyawa. Jadi kasus video Fitna yang jelas2 mengadu antar umat beragama memang layak untuk lebih spesifik dibahas dibanding pornografi. Youtube.com adalah sasaran tembak dari pak Nuh (ada suratnya), tetapi memang akhirnya membunuh nyamuk Fitna itu tidak pakai raket listrik pembunuh nyamuk tapi karena perintah yang tidak menegaskan pakai cara apa membunuhnya, maka ditembaklah nyamuk itu dengan rudal fogging pembunuh nyamuk yang mengakibatkan rumah ( youtube.com) dimana nyamuk itu berada tidak layak dikunjungi karena menyesakkan nafas manusia dan segala hewan peliharaan, termasuk juga beberapa rumah di sekitarnya ikut-ikutan tidak bisa didatangi sementara waktu. Apakah nyamuknya hilang? Ternyata tidak. Nyamuk itu sudah berkembang biak dimana-mana. Beruntung tidak dihancurkan rumahnya, tapi masih tertutup asap saja, jadi dengan masker (proxy) rumah itu masih bisa dikunjungi. Menghilangkan video Fitna di internet adalah tidak mungkin. Memblokirnya juga tidak mungkin efektif 100% karena selalu ada jalan untuk menuju youtube.com dan juga situs-situs lain yang diblokir. Apakah kita harus memblokir juga google.com, yahoo.com yang juga memuat video Fitna? Saya kira ISP sudah tahu ada video itu juga di google.com dan yahoo.com tapi resiko memblokir dua situs ini akan melumpuhkan usaha internet di Indonesia dan menjadi tertawaan dunia. Yang bisa dilakukan komunitas pengguna internet di Indonesia saat ini dan juga nanti setelah blokir dicabut adalah secara bersama-sama menemukan dimana saja video Fitna itu berada di internet. Memberikan tanda (flag) jika itu di youtube.com agar tidak sembarang orang bisa mengaksesnya, bahkan perlu login untuk mengaksesnya. Lalu memberitahu admin situs yang ditempati (apakah itu youtube.com atau situs lainnya) bahwa ada video tidak layak yang ada di situsnya. Sangat tidak layak dan bisa berakibat ada nyawa yang hilang jika terjadi pertikaian gara-gara video itu. Jika video porno bisa dihapus dari youtube.com oleh pengelolanya karena laporan pengakses, kenapa tidak dengan video Fitna yang jelas jauh lebih berbahaya dibanding materi porno? Bagaimana komandonya? Banyak blogger yang bisa menjadi komando untuk komplain secara bersama-sama dan rutin kepada admin situs-situs yang ditempati video Fitna. Saya berasumsi jika satu surat pak Nuh tidak mempan untuk menghapus video Fitna di youtube.com. Maka harusnya ribuan komentar atau email dari para aktivis internet dapat menjadi perhatian para admin situs-situs yang ditempati oleh video Fitna tersebut. Dengan cara ini maka kepentingan pengakses internet tidak terganggu karena yang ditentang atau dihadang adalah video itu bukan seluruh situsnya. Meningkatkan rasa kebersamaan ketika ada ancaman terhadap negara di dunia maya. Ikut membantu pak Nuh sesuai permintaan pada pertemuan para blogger dan pak Nuh tanggal 7 April 2008 Menurut asumsi saya hal ini bisa terwujud, karena sekian tahun lalu di awal internet merambah Indonesia, para cracker Indonesia juga secara bersama-sama menyerang situs-situs Portugal ketika kepentingan Indonesia di Timor Timur waktu itu ada masalah. Juga beberapa waktu lalu ketika situs-situs Malaysia diserang gara-gara ada masalah di dunia nyata. Saat ini energi untuk membela kepentingan Indonesia di dunia maya terpecah belah. Ada yang membela pak Nuh, ada yang menentangnya, ada yang mengamini UU ITE, ada yang ketakutan juga. Sebagian energi ada juga untuk menyerang "You know who", benar-benar terpecah belah dan tidak fokus. Kita berperang sendiri dan salah sasaran. Maunya menyerang "You know who" yang kena situs Menkominfo dan Golkar. Satu ide bernama "Komando Cadangan Strategis Pembela NKRI di Internet" boleh juga namanya, tercetus di beberapa milis. Atau komando dibawah Blogger Indonesia juga boleh. Karena blogger Indonesia sudah diakui Menkominfo juga kenapa tidak bergerak dengan lebih terarah? Komunitas internet bisa menunjukkan bahwa penggalangan bisa dilakukan tidak hanya komunitas underground saja yang bisa. Tapi terkomando secara bersama-sama baik itu cracker, hacker dan blogger juga. Banyak pengakses internet yang masih anak-anak dan remaja yang perlu arahan para seniornya agar jangan ikut-ikutan marah gara-gara blog-nya terblokir dan jadi antipati pada pemerintah sejak dini. Link Hasil Diskusi Blogger dan Komunitas Maya dengan pak Nuh
Duh kok ngulang kejadian setahun lalu ya? Elpiji Langka di SamarindaSetelah sekitar 2 mingguan Elpiji langka di Samarinda akhirnya hari ini dapat juga 1 tabung Elpiji di toko teman yang disembunyikan stoknya karena memang nyaris habis dan tidak ada pasokan lagi. Harga yang biasanya bisa ditebus Rp.58.000,- untuk satu tabung 12kg ditawarkan Rp.90.000,- akhirnya setelah ditawar dilepas dengan harga Rp.80.000,- Yah daripada minggu ini kehabisan stok di rumah, ya ditebuslah Elpiji itu dengan harga Rp.80.000,- Minyak tanah langka, konversi ke gas Elpiji 3kg, eh Elpiji-nya ikutan langka
Ada dua hal yang menyeruak dalam kehidupan saya pada hari Selasa, 25 Maret 2008.
Di tengah kondisi internet yang sulit saya hanya bisa membaca sepotong-sepotong email yang masuk ke mailbox saya menggunakan fasilitas laptop + akses GPRS dari CBN-XL yang selalu terputus setelah sekitar 100-200kb file terdownload akses di Balikpapan (di Samarinda malah lancar... aneh). Akses yang mahal pakai GPRS Telkomsel dengan Nokia N95 8GB (bisa hapus email di Gmail dengan mudah, halaman cukup luas untuk ukuran ponsel) dan terakhir akses pakai CDMA Flexi di Nokia 6275i yang mana sulit untuk hapus per email sebelum masuk membacanya dulu.
Berita-berita mengenai UU ITE yang disahkan. Berita pornografi kena denda 1 milyar dan adanya pernyataan tidak menyenangkan terhadap blogger dan hacker (kemarin baru saya tahu itu pernyataan dari Roy Suryo yang kini dijuluki sebagai Pakar Pornomatika oleh teman-teman).
Dua hari terakhir ini ketidaksenangan terhadap Roy Suryo dan M.Nuh selaku menKominfo makin santer terdengar, sampai situs pemerintah yang dipimpin oleh pak Nuh itu di defacing.
Ketakutan masyarakat pengguna internet, pebisnis internet terutama yang paling banyak adalah komunitas warnet adalah wajar. UU ITE itu kalau dibaca baik-baik sangat lentur, sama halnya seperti produk hukum lainnya yang tidak eksak. Lentur artinya bisa di interpretasikan macam-macam dan bisa dijadikan alat pemerasan dari satu pihak ke pihak lainnya. Sebagai acuan gugatan dari satu pihak ke pihak lainnya yang menjadi lawannya.
Bahkan ketakutan menjadi alat pemerasan juga muncul. Ini wajar karena sering terdengar kasus-kasus pemerasan oleh oknum keamanan pada masalah UU HAKI terhadap warnet2. Kini muncul produk baru yang bisa dijadikan alasan oleh para oknum itu untuk melakukan pemerasan.
Saya mengenal pak Nuh beberapa tahun lalu. Tapi sejak diangkat menjadi menteri saya tidak pernah berbalas email atau berbalas SMS lagi dengan pak Nuh. Mungkin kesibukan yang membuatnya tenggelam dan jauh dari komunikasi biasa sebelum jadi menteri.
Menjadi menteri memang tidak sama dengan ketika berada diluar pemerintahan. Ini juga yang menjadi diskusi kecil dengan teman2 di Rapimprov Kadin Kaltim di hari Selasa itu. Salah satu pembicara dari Jakarta adalah Pengamat Ekonomi UI (Ibu. Aviliani) yang analisanya pas, tajam buat para pengusaha. Mirip dengan Sri Mulyani ketika menjadi pengamat ekonomi dulu. Kita meramalkan Ibu Aviliani ini juga kelak akan menjadi menteri di kabinet2 mendatang. Pak Nuh mungkin sudah kehilangan ketajaman analisanya ketika menjadi menteri sehingga banyak kata-katanya kini menjadi bulan-bulanan dalam diskusi-disksusi di berbagai milis terkait usaha internet di Indonesia.
UU ITE sudah disahkan dimana di dalamnya ada pasal terkait masalah kesusilaan (tidak ada kata pornografi dalam UU ITE itu).
Marilah kita siapkan segala sesuatu menghadapai "bola liar" dari pelaksanaan UU ITE ini. "Bola liar" itu akan kuat simpangannya mengingat sudah ada keterlibatan pihak yang dikatakan sebagai ahli Pornomatika.
Rekan-rekan sekalian,
Penipuan dari Afrika kini mulai merambah ke ponsel. Penipuan kuno model ini modusnya tidak berubah sejah puluhan tahun lalu.
Tahun 1990-an lalu model penipuan ini menggunakan surat yang dikirim via Pos. Dikirim langsung dari Afrika, ditujukan ke pimpinan perusahaan dengan alamat tujuan perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia. Tahun 2000-an mulai masuk melalui email dengan isi yang sama.
Tahun 2008 ini saya mulai menerimanya melalui SMS. Dalam sebulan terakhir saya sudah menerima 3 sms bernada sejenis dan bahkan ada satu yang sudah menelpon saya langsung dengan bahasa Inggris tentunya. Salah satunya berasal dari nomor +6287877604061: "Good day Mr.Sandjaja Kosasih, and hw ar u doing. I'm Mr.Albert David. from (Sirrea Leon Western Africa) i arrived Jakarta Indonesia on behalf of my Mother regarding investing in your company here in indonesia. We are despratly serious in this investment plan and will appreciate it if we schedule a meeting date here in Jakarta Indonesia to finalise an estimate cost of the project an how we get our due returns, so that we can start up with the investment plans immidiatly. Our investment will only last for 10years, before then the war in our country will be over for us to return back. Pls contact me to inform me of your plans. Regards,Mr Albert David." Saya tulis tanpa merubah spelling dan hurufnya.
Modusnya sama meski negaranya beda. Kalau dulu tahun 1990-an surat yang saya terima dari negara Nigeria dengan modus investasi, ini dari negara yang sedang berperang. Dulu mengatasnamakan anak pejabat, ajudan menteri, dan sejenisnya dengan tujuan melarikan dana negara ke negara Indonesia semacam money laundrying. Perusahaan kita akan diminta mengirimkan kop surat dengan tanda tangan kosong, rekening bank, dll. Mereka menjanjikan akan mentransfer dana ke rekening perusahaan kita dalam waktu dekat. Selanjutnya dengan alasan ini itu mereka meminta transfer dana dulu ke rekening mereka karena ada masalah perijinan transfer dana dalam jumlah besar ke Indonesia, alasan imigrasi dll. Intinya sama dengan penipuan undian berhadiah yang umum kita temukan saat ini. Dana investasi yang diceritakan memang teramat menggiurkan karena dalam nominasi rupiah bisa ratusan milyar rupiah. Sehingga bagi pengusaha yang tertipu membuang sekian ratus juta mungkin masuk akal.
Dalam suatu cerita yang diberitakan surat kabar Kompas sekian belas tahun lalu, ada pengusaha Indonesia yang tertipu berangkat ke Nigeria untuk menanyakan dananya. Khabarnya pengusaha itu tidak pernah pulang kembali ke Indonesia. Jadi berhati-hatilah jika menerima SMS sejenis di atas.
Kunjungi saja webgame sederhana yang mesti dikunjungi oleh orang berbeda setiap harinya untuk bisa membangun kotanya
sanko.myminicity.com
Ada dua peristiwa penting di 2008 ini untuk Samarinda yang tampaknya membuat pesta penyambutan 2008 saya duga lebih meriah dibanding penyambutan 2007.
Langit Samarinda menjelang masuk 2008 lebih meriah dengan kembang api dibanding tahun lalu. Lampu Suar bukan saja meluncur dari kapal-kapal yang ada di pelabuhan Samarinda tapi muncul juga di arah-arah lain kota. Kembang api meluncur dari mana-mana menghiasi langit kota yang cerah tapi tertutup asap bakaran kembang api.
Tahun 2008 Samarinda (juga Kaltim) akan mengalami dua hal. Pemilihan Gubernur 2008-2013 dan PON XVII 2008. Dua peristiwa besar yang mungkin membuat para kandidat calon gubernur Kaltim memeriahkan malam pergantian tahun di beberapa lokasi. Kebetulan banyak calon adalah orang Samarinda atau memusatkan perhatiannya pada Samarinda sebagai indikator dengan jumlah penduduk terbanyak di Kaltim (kira-kira 1/3 penduduk Kaltim ada di Samarinda).
Balikpapan sendiri sebagai kota kedua entah bagaimana kemeriahannya, kita tunggu informasinya.
Surut ke belakang dari tahun 1990-2000, Samarinda selalu tertinggal dari Balikpapan. Meskipun dari segi perputaran uang lebih besar dari Balikpapan, tapi Balikpapan beruntung beberapa kali mendapat walikota yang baik. Setidaknya tidak terlalu terikat kelompok tertentu sehingga cukup adil dalam mengembangkan kota. Kota berkembang dengan pesat dan baik. Didukung adanya bandara internasional di Balikpapan. Namun pada periode itu saya yang pernah diminta perusahaan menentukan kantor pusat apakah di Balikpapan atau Samarinda, saya pilih Samarinda karena beberapa keunggulan strategis (ekonomi, pendidikan, geografis), sedangkan transportasi unggul di angkutan air (sungai dan laut) tapi kalah di angkutan udara.
Tahun 2001 arah mulai berbalik. Otonomi daerah dimulai. Curahan anggaran pemerintah daerah untuk Samarinda meningkat. Baik anggaran Kaltim maupun anggaran Samarinda. Segala sarana umum ditingkatkan (minus listrik yang masih gagal hingga saat ini). Jika pada periode sebelumnya investor nasional hanya melirik Balikpapan. Kini Samarinda mulai dilirik hingga beberapa tahun kemudian beberapa investor nasional mulai menanamkan modalnya di Samarinda.
Kini 2008. Samarinda masih berkembang melebar, belum terlalu tumbuh ke atas. Beberapa investasi properti untuk tumbuh ke atas masih dipegang investor lokal. Sementara Balikpapan mulai tumbuh ke atas dengan pesat.
Akankah suatu saat Samarinda mengungguli Balikpapan? Waktu yang akan menentukan. Satu faktor ketertinggalan Samarinda yaitu bandara yang memadai jika terpenuhi di tahun 2010 nanti akan menjadi pemicu tumbuh pesatnya Samarinda. Balikpapan yang kini sepertinya sudah over supply 'ruang' baik itu apartemen, kantor, perniagaan akan tertinggal kembali. Samarinda saat ini masih kekurangan 'ruang' terutama tempat tinggal. Kepadatan penduduk akan makin menyesak di tengah kota. Harga-harga 'ruang' saat ini di Samarinda berkisar di 2-4x harga Makassar, dengan Balikpapan masih imbang. Waktu yang akan menentukan harga 'ruang' akan makin mahal di Samarinda.
Satu hal lagi yang akan dihadapi Samarinda ketika bandara yang memadai itu beroperasi. Karena swasta akan menentukan apakah bandara itu akan menjadi sekelas Balikpapan atau bahkan mengunggulinya (kini separuh lebih penumpang yang mendarat di Balikpapan bukan punya tujuan Balikpapan, Garuda dan Lion sebagai maskapai terbesar di Indonesia sudah punya cabang di Samarinda, meski belum ada bandara yang bisa mereka darati). Samarinda akan menghadapi 'gegar budaya' ketika arus masyarakat luar menyesak masuk ke Samarinda. Perubahan perilaku lebih metropolis akan berbenturan dengan perilaku lokal yang masih ada sampai saat ini.
Semoga segala perubahan tersebut dapat mulus berjalan dengan dipimpin oleh gubernur yang pas (2008-2013) dan walikota yang pas pula (2010-2015). Bukan gubernur atau walikota yang terlalu condong pada kelompok tertentu. Tapi pemimpin yang pas seperti yang sering menjabat walikota Balikpapan beberapa periode ini.
Selamat Tahun Baru 2008
Dalam Wikipedia Bahasa Jawa dituturkan / dipakai oleh 80 juta penduduk dunia, tersebar di beberapa negara.
Kenyataan itu bisa saya terima ketika masih awal di Kalimantan di tahun 1990-an awal dan melancong ke beberapa negara. Saya menemui komunitas berbahasa Jawa di Hong Kong, baik para majikan yang pernah menetap di Jawa atau lahir di Jawa dan juga para PRT / TKI / TKW yang bekerja di Hong Kong, apalagi kalau majikannya adalah kelahiran Jawa.
Di Taiwan saya juga menemui komunitas PRT / TKW yang ramai berbahasa Jawa sehingga membuat telinga berdiri mencari sumber suara ketika sedang berjalan-jalan di Taipei.
Sebulan lalu dalam perjalanan Jogjakarta - Jombang - Mojokerto - Surabaya, saya dengan tertatih-tatih berusaha berbahasa Jawa ketika menawar barang di Jogja, otak berpikir keras menterjemahkan bahasa Jawa halus yang terucap oleh tukang becak, dll. di Jogjakarta. Dan di Jombang - Mojokerto - Surabaya dengan mudah mencerna bahasa Jawa kasar yang terucap disana.
Kini saya di Samarinda kembali dan mulai rajin mengawal istri ke pasar, baik pasar kecil di dekat rumah maupun pasar induk di Segiri. Saya menemui kenyataan yang aneh di telinga saya. Di kelurahan Jawa (Kampung Jawa) dimana saya tinggal, ternyata saya agak merasa aneh ketika komunitas yang mayoritas Jawa disitu, dan juga keluarga Jawa disitu bertutur, berbicara antara orang tua ke anak dalam Bahasa Indonesia! Mungkin karena Kampung Jawa adalah tempat yang multi etnik (ada berbagai suku tinggal disitu, Dayak, Madura, Manado, Banjar, Flores, Batak, Toraja, dll). Mungkin juga karena para orang tua disitu sudah generasi kedua, ketiga, bahkan keempat dari para pendatang Jawa dahulu kala.
Hal ini juga menjawab keanehan yang saya lihat beberapa tahun lalu ketika "terjebak" dalam rapat pembentukan IKA PAKARTI di rumah mas Dicky Soesanto. Ketika itu disepakati rapat menggunakan Bahasa Indonesia, karena sebagian peserta rapat tidak bisa berbahasa Jawa. IKA PAKARTI adalah Paguyuban orang Jawa (Tengah dan Timur) yang ada di Kalimantan Timur.
Jadi saya melihat kenyataan bahwa orang Jawa diluar Jawa meskipun di daerah yang mayoritas suku Jawa mulai meninggalkan bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-hari.
 Kemarin perjalanan ke Sangatta seharian. Dalam perjalanan sebelum melewati Bontang mendapat cerita kalau hutan di TNK lagi digarap oleh suku tertentu untuk dijadikan ladang. Ternyata memang benar. Sepanjang sekian belas kilometer di kiri dan kanan jalan antara Bontang Sangatta, bekas kebakaran hutan tahun 1997 lalu pohonnya ditebangi semua berserakan dan di sela-selanya ditanami berbagai tanaman, ada yang mirip padi, apakah itu padi saya tidak tahu. Kita tidak berhenti. Saya tidak membawa kamera. Ilustrasi foto saya ambil dari situs lain. Selain pohon yang ditebangi di sejauh mata memandang di kiri dan kanan jalan, mulai banyak yang mengerjakan rumah. Banyak bangunan baru dibuat dengan kayu masih segar coklat bekas gergajian. Banyak juga kayu-kayu yang terpotong rapi siap dijadikan bangunan. Sebagian lagi masih tenda-tenda warna oranye. Sebagian sudah menjadi rumah. Sepertinya dalam beberapa bulan kedepan sebagian Taman Nasional Kutai di sepanjang jalan Bontang Sangatta akan berubah menjadi perladangan seperti halnya sebagian Bukit Suharto di antara Samarinda - Balikpapan. Apakah ini memang disengaja? Apakah ini penjarahan? Saya tidak tahu, mungkin teman2 dari LSM Lingkungan lebih tahu ini. Papan nama Taman Nasional Kutai tinggal perhiasan belaka.
 Hampir setahun Citra Niaga terbakar http://kohde.multiply.com/photos/album/49/Semalam saya dikontak wartawan Samarinda Pos yang menanyakan kontak arsitek Citra Niaga yang beberapa waktu terakhir ini beberapa kali jalan ke Samarinda. Citra Niaga bakal dibenahi lagi, demikian juga tampkanya akan dipikirkan mengenai penempatan pedagang kaki lima yang makin memenuhi kota tanpa ada tempat sama sekali. Akhirnya sejak semalam saya berkomunikasi dengan Antonio Ismael, M.Arch arsitek Citra Niaga. Komunikasi via SMS yang berlanjut ke email. Blog Citra Niaga yang mendapat Aga Khan Award ada disini: http://agakhanantonio.blogspot.com/Citra Niaga memang kurang diperhatikan oleh pemerintahnya saat ini beda dengan tahun-tahun awal setelah memperoleh Aga Khan Award dulu sampai setidaknya awal 1990-an Citra Niaga masih punya pamor. Samarinda identik dengan Citra Niaga waktu itu. Bahkan gaungnya sampai kini masih tersisa. Ke Samarinda kurang lengkap kalau tidak menjenguk Citra Niaga. Tapi bagi kita yang sudah lama di Samarinda atau lahir di Samarinda dalam erah sekarang ini, terutama kaum muda. Citra Niaga bukanlah apa-apa dibanding Mal Lembuswana atau Samarinda Central Plaza. Citra Niaga hanyalah tempat kumuh terbuka dimana pedagang kecil berkumpul bercampur dengan toko-toko lama yang sudah mulai ditinggalkan pembelinya. Beralih ke mal berpendingin ruangan penuh hiburan, penuh jajajan modern. Akankah Citra Niaga menyala lagi pamornya? Akankah Samarinda punya sesuatu lagi yang bisa dibanggakan tanpa cibiran dari pejabat pusat terhadap proyek Islamic Center dan megaproyek trilyunan rupiah lainnya dari Pemprov Kaltim? Harusnya Pemkot Samarinda bisa.
 Samarinda yang kutinggali sejak 1990 telah banyak berubah. Terutama di percepatan pembangunan pada tahun 2001-2002 sejak otonomi daerah. Banyak daerah baru dibuka, banyak bukit menjadi hilang dan rata dengan muka bumi di sekitarnya. Banyak tutupan bangunan baru yang mengurangi resapan tanah. Banyak daerah menjadi banjir. Dulu kala orang membangun rumah di daerah Air Putih sudah berupa rumah panggung untuk menghindari genangan air atau luapan air. Kini rumah-rumah panggung itu lantainya kalah tinggi dengan jalan yang dibangun dan banjir lebih tinggi dibanding lantai rumah panggung yang mestinya sudah cukup tinggi waktu itu. Dulu RS Dirgahayu di Jl.Merbabu mestinya sudah dibangun dengan memperhitungkan banjir karena Samarinda = Sama rendah dan memang isi kota yang ada sampai kini masih berpusat di DAS Karang Mumus yang ketika banjir 10 tahun lalu menggenangi hampir seluruh kota. Kini RS Dirgahayu sering kebanjiran ketika hujan lebat lewat dari 30 menit. Air mengalir dari jalan Merbabu, sementara jalan Pasundan di sebelah rumah sakit dibatasi pagar tinggi sudah menjadi sungai dadakan. Jalan itu lebih tinggi sekitar 2-3 meter dari tanah rumah sakit, air bukan melimpas dari sungai dadakan di jalan Pasundan tapi masuk dari depan dari jalan Merbabu. Jalan Gajah Mada persis di tepi sungai Mahakam sering banjir. Salah perencanaan? Ya salah perencanaan juga kurang pemeliharaan. Jalan di tepi sungai tidak selayaknya banjir jika muka air sungai masih lebih rendah dari jalan. Maka perencanaan saluran pembuangan alias drainagenya memang salah. Pemeliharaan gorong-gorong juga sulit dilakukan jika perencanaan salah. Banyak jalan di Samarinda yang menyediakan saluran banjir di median jalan, ya di atas jalan bukan di bawah jalan. Air dibiarkan melimpas melewati muka jalan bukan lewat gorong-gorong yang harusnya di bawah muka jalan. Dari cerita-cerita orang-orang tua, dulu Samarinda adalah kota dengan banyak sungai kecil. Kini sungai-sungai kecil itu sudah hampir hilang semua. Hingga kini harus dikeluarkan dana luar biasa besar untuk membuat kembali saluran-saluran pengganti saluran yang hilang itu. Belum lagi hilangnya permukaan resapan air yang membuat air harus cepat mencari sungai. Tidak adanya jalur cepat air membuat air macet di mana-mana dan menjadi genangan air atau bahkan banjir. Jadi Samarinda banjir sampai kapan? Entah kapan Samarinda punya perencanaan yang baik untuk membereskan masalah banjir ini, baik membuat aturan, menghijaukan tutupan lahan yang hilang tanamannya maupun perencanaan pengendalian banjir yang baik. ----------------------- tulisan ini (maunya) merupakan bagian dari Hari Aksi Blog tentang Lingkungan Hidup tahun 2007
Setelah tahun lalu absen dari ikut halal bihala alias datang ke acara "Open House" para pejabat pemerintah, tahun ini selama dua hari berturut-turut datang ke acara "Open House".
Lebaran pertama jam 12 siang kita kumpul di rumah teman ketua organisasi di Jl.Brantas. Dengan beberapa mobil kita meluncur ke Lamin Etam. Sempat bertanya-tanya siapa yang bakal jadi tuan rumah di Lamin Etam. Sebuah bangunan yang dibangun untuk rumah dinas Gubernur Kaltim tapi belum ditinggali karena pejabatnya sedang ditahan di Jakarta. Plt.Gubernur bpk.Jurnalis Ngayoh adalah seorang Katolik, apakah dia yang akan jadi tuan rumah?
Sampai di parkir Lamin Etam disambut gerimis, sempat berpapasan dengan anak Sekda yang semakin jangkung saja di usia ke-17 nya, dia baru keluar dari ruang pertemuan. Sempat berpapasan juga dengan teman yang anggota DPRD Kaltim. Sempat menyapa "kita duluan ya... sudah dari tadi", katanya.
Setelah parkir dan masuk ke ruang pertemuan, terjawab sudah siapa yang jadi tuan rumah. Ada SekDa yang berdiri di tengah p.Syaiful Teteng diapit istri dan jajaran asisten antara lain bpk.Ibnu Nirwani dan istri juga bpk.Nursyiwan Ismail dan istri.... ada sepasang lagi ya? lupa namanya.
Di floor banyak tamu dan makanan di setiap sisi dinding. Ada kelompok rohaniwan Katolik mulai dari Uskup Agung Mgr.Sului Florentinus beserta beberapa pastor paroki, pastor-pastor dan suster-suster serta pejabat gereja lainnya. Di sudut lain ada pendeta Budha yang pernah kutahu ketika berkunjung di "Open House" Natal beberapa tahun lalu. Ada p.Tomi Bustoni disitu yang sempat menanyakan program organisasi kita yang dia ingin terlibat beberapa waktu ini. Suasana tidak terlalu penuh, rata-rata berdiri. Atau karena ruangnya demikian besar maka kesannya lega. Kami tidak berlama-lama disitu meski ingin icip-icip makanan. Ketua organisasi sudah ajak kita pindah tempat menuju rumah p.Herlan sebagai ketua DPRD Kaltim.
Rombongan kita melunjur ke Jl.Basuki Rahmat ke kediaman ketua DPRD Kaltim bpk.Herlan Agusalim. Rumah ini sedang saja untuk ukuran pejabat, setelah melewati jalan berliku dalam rumah kita sampai di halaman belakang dimana "Open House" berlangsung. Suasana lebih akrab karena ruangnya kecil dan pakai meja kursi makan. Jadilah kita berhenti agak lama disitu untuk makan minum. Ada teman anggota DPRD yang tadi mendahului kita masih disitu juga. Tidak lama rombongan Uskup Agung Samarinda juga datang sehingga kami sempat bersalam-salaman disitu.
Setelah cukup waktu kita pulang dengan janji besok paginya (Minggu) untuk kumpul lagi dan ke rumah walikota Samarinda serta bupati Kutai Timur.
Malam ini saya beserta anak berkunjung ke beberapa tetangga senior yang merayakan Idul Fitri dan juga melakukan "open house". Dari obrolan-obrolan kita dapat informasi bahwa bpk.Jurnalis Ngayoh tadi pagi sempat jadi tuan rumah di Lamin Etam sebelum digantikan p.Syaiful Teteng. Suatu informasi yang menarik, karena jabatannya sebagai Plt.Gubernur maka beliau menjadi tuan rumah Halal Bihalal.
Minggu pagi sesuai waktu yang dijanjikan saya dan teman meluncur lagi ke rumah ketua KADIN Kaltim, karena waktu berkunjung diundur kita makan pagi disitu. Kebetulan rumahnya juga cukup banyak tersedia makanan sejak kemarin. Setelah mendekati jam 12 siang kita meluncur ke rumah walikota Samarinda. Di halaman parkir ketemuan dengan teman-teman pengurus lainnya dan bersama-sama masuk ke ruang pertemuan tempat "open house" berlangusng. P.Ahmad Amins beserta istri menyambut di samping pintu masuk. Suasana tidak terlalu ramai, mungkin kemarin atau tadi pagi lebih ramai dengan masyarakat Samarinda yang berkunjung. Tanda-tanda itu masih tersisa meski saat siang itu sudah sepi.
Dari rumah jabatan walikota kita kembali ke Jl.Brantas dan bersama-sama jalan kaki (karena rumah-nya berhadapan dengan rumah bpk.Awang Faroek Ishak) ke rumah bupati Kutim ini. Ada beberapa petugas keamanan disitu, termasuk SatPol PP dari KuTim. Suasana lebih akrab, "open house" digelar di halaman depan. Kami cukup lama disitu, sempat ketua ditemani AFI ngobrol. AFI cukup ramah keliling sana-sini. Pejabat satu ini memang tidak terlalu menonjolkan diri. Pernah di masa "off job" ketika gagal jadi gubernur di tahun 2003 dan tidak menjabat sebagai bupati Kutim sering terlihat jalan-jalan sendirian di pusat belanja dengan baju sederhana (terlalu sederhana mungkin sehingga orang tidak kenal dia sebagai bekas pejabat waktu itu). Ketika menjabat menjadi bupati pun pernah saya pergoki jalan sendirian untuk boarding pesawat di Sepinggan Airport sambil menenteng tas sendiri. Bukan di VIP room untuk pejabat yang di gedung lain bandara, tapi campur dengan penumpang biasa di boarding room. Ketika saya sapa "sendirian pak?" dia jawab sambil senyum bahwa ada ajudan di belakang (yang jauh tertinggal dan terpisah).
Rombongan kami pamit dari rumah AFI bertepatan dengan datangnya rombongan ibu Rina Laden Mering beserta anak-anak dan menantunya (sempat terlihat X-tin, Karolin, adik cowonya dan menantunya si Iwan Lolang, mungkin ada lagi tapi kita keburu keluar). Balik ke rumah ketua, kita sempat rapat kecil membahas rencana Halal Bihalal Kadin Kaltim, juga rencana kunjungan Duta Besar Kanada ke Samarinda awal November nanti.
Siang itu masih ditambah satu kunjungan lagi ke rumah bpk.Ruben Tumade sebagai mantan pejabat Kadin Kaltim tahun periode sebelumnya. Dari situ kita membubarkan diri pulang ke rumah masing-masing.
Dua hari yang lumayan padat untuk kunjungan ke rumah pejabat.
 Dua malam lalu ponsel saya menerima SMS isinya permintaan bantuan mencari pendonor darah golongan A. Karena keluarga pengirim SMS perlu mendesak darah tambahan karena terkena demam berdarah dan ada komplikasi lain. Di PMI Samarinda stok darah A sudah habis. Malam itu saya coba sebarkan SMS tapi tidak ada hasil. Paginya ketika berkumpul dengan teman-teman di kantor PB PON ternyata berita mengenai keperluan darah A itu juga menyebar. Disitu aku baru tahu ternyata di bulan puasa ini kegiatan donor darah nyaris berhenti karena ketika selesai mendonor darah biasanya pendonor diberi asupan gizi lagi dengan dimakan, alias bakal berbuka puasa. Jadi kalaupun umat muslim berpuasa dan mendonor darahnya biasanya dilakukan malam hari, padahal kegiatan donor darah malam hari juga jarang karena tiadanya petugas. Dengan kondisi ini maka stok darah di PMI pun habis. Entah bagaimana nasib pasien yang memerlukan darah itu apakah akhirnya mendapatkan darah yang diperlukan? Belum ada khabar lanjutannya.

Pengguna ponsel pasti lebih banyak dibanding pengguna internet. Melengkapi menu Akses Telkomsel *994# untuk satu pulau Kalimantan memang memerlukan waktu yang agak panjang.... Mudah-mudahan sebelum PON XVII 2008 tahun depan sudah bisa membantu banyak calon pengunjung Kaltim atau kontingen dan supporternya.
Statistik yang mengagetkan tapi nyata. Sekian tahun lalu, kira-kira 10-15 tahunlah statistiknya hanyalah 1-2 dari 10 dari karyawati istri saya.
Tiga tahun terakhir total dari 11 karyawati dan 1 PRT yang menjadi pembantu istri saya 5 hamil sebelum menikah. Semuanya sih lelakinya bertanggung jawab dan menikahi...eh tidak 1 masih belum jelas. Jadi 4 bertanggung jawab.
Semuanya memang diluar kontrol istri saya, bagaimana bisa mengontrol orang pacaran? Kecuali yang PRT memang susah juga, kalau rumah ditinggal kerja, anak sekolah ya kosong jugalah rumah. Lalu terjadilah begitu saja.
Diluar yang 5 itu sebetulnya masih ada yang nyaris. 1 orang pacarnya mengaku berniat menghamili anak buah istri saya. Kali ini memang istri saya ikut mengontrol pacar anak buahnya yang satu ini.
Susah juga sekarang punya anak buah cantik, kalau tidak mau hamil diluar nikah harus ikut-ikutan nasehati apalagi kalau pacarnya kelihatan punya niat kesana.
Dari semuanya itu ekonomi mereka agak mengkhawatirkan juga. Bahkan mungkin yang terakhir PRT, gaji PRT lebih tinggi dan pasti dibanding suaminya yang jadi buruh. Karena jadi buruh suatu saat bisa dapat jutaan sebulan tapi kalau lagi kosong ya kosong dan yang pasti jadi buruh tidak ada THR.
Diluar itu semua dalam kompleks perumahan saya kasus hamil sebelum menikah atau hamil diluar menikah banyak juga. Yang tinggal dengan ortu sih nasibnya bagus bisa dinikahkan. Yang nasibnya jelek bahkan sampai melahirkan baru tetangga tahu.
Sepertinya program KB harus ditingkatkan terus. Tidak perlu bermimpi meningkatkan akhlak segala... sebagian dari mereka dari keluarga baik-baik dan taat beragama.
Ya PDAM bukan lagi Perusahaan Daerah Air Minum, karena airnya sering kurang layak untuk diminum.
Kandungan bahan kimianya terlalu tinggi, tapi dilain waktu bisa kotor, mungkin juga kandungan bakteri juga bisa tinggi.
Bakteri bisa dibasmi dengan air dimasak. Kalau kandungan bahan kimia, chlorine misalnya terpaksa bisa ikut terminum kalau kita piliha air PDAM untuk memasak dan minum.
Ujicoba dengan bak air yang agak keruh, diisi dengan air PDAM Samarinda bisa jernih :) Ujicoba masak teh dengan air PDAM dan masak teh dengan air dari Aqua galon, hasilnya yang pakai air PDAM warnanya lebih terang dibandingkan dengan yang pakai air Aqua galon. Artinya kandungan chlorine pada air PDAM masih terlalu tinggi untuk diminum.
Sayang tidak ada lulusan ITS jurusan Teknik Lingkungan (dulu Teknik Penyehatan) di Samarinda yang berani membuktikan ini dengan cara membeberkan kandungan air PDAM ini.
| |